Tren Olahraga Bersepeda di Saat Pandemi, Ini 6 Alasan yang Masuk Akal


 

Image  :  pixabay.com



Sudah semenjak dahulu bersepeda menjadi aktivitas yang bisa dinikmati berbagai kalangan tanpa memandang strata sosial. Bagi kalangan ekonomi lemah, bersepeda menjadi sarana transportasi utama untuk membantu mobilitasnya. Sementara bagi kalangan ekonomi yang mapan, bersepeda lebih ditujukan untuk olahraga atau sekedar menyalurkan hobi.

Dalam perkembangannya sepeda dibuat menyesuaikan dengan fungsinya, sehingga sampai saat sekarang ini dikenal macam-macam sepeda yang bisa Anda temukan di pasaran. Beberapa jenis sepeda tersebut diantaranya : Sepeda Gunung atau Mountain Bike (MTB) untuk melewati medan yang berat, Sepeda Lipat yakni sepeda yang bisa dilipat sehingga ukurannya fleksibel dan bersifat portabel, Road Bike sebagai sepeda balap yang sangat popular, Sepeda Listrik yang menggunakan motor listrik untuk alat penggeraknya, dan sebagainya.

Di saat pandemi covid-19 seperti sekarang ini, olahraga bersepeda menjadi fenomena yang cukup menarik, bahkan di Indonesia telah menjadi sebuah tren. Fakta di lapangan bisa dilihat, semakin banyak orang yang mengendarai sepeda sebagai alternatif untuk sarana transportasi maupun untuk kebutuhan lainnya.

Lantas, apa saja alasan orang semakin menyenangi bersepeda di saat pandemi ? Berikut setidaknya 6 hal logis ini bisa jadi alasannya. Simak uraiannya!

1. Olahraga yang efisien.

Kalau Anda mau mengambil banyak keuntungan dari aktivitas berolahraga, maka bersepeda bisa menjadi salah satu pilihannya. Bagaimana tidak, karena selain berolahraga nyatanya bersepeda juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana transportasi yang efisien. Mengendarai sepeda ke tempat kerja misalnya, tak hanya membakar kalori, namun juga bisa menyegarkan badan untuk menghadapi hari yang penuh beban aktivitas kantor.

Selain itu, bersepeda juga bisa jadi jalan keluar menghadapi kemacetan. Pastinya Anda tahu jika kemacetan banyak sekali dampak buruknya bagi kesehatan mental. Untuk itu dengan memilih bersepeda bisa memberi perubahan yang signifikan bagi kesehatan baik fisik maupun mental. Jadi tak salah kata pepatah klasik, bersepeda ibaratnya sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui.

2. Menghemat pengeluaran.

Tak bisa dipungkiri jika pandemi memberi dampak yang besar sekali pada sektor ekonomi, apalagi bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah maka dampak tersebut akan lebih terasa lagi. Oleh karenanya dengan memilih bersepeda untuk berbagai keperluan bisa menjadi cara agar pengeluaran bisa lebih hemat.

Untuk memenuhi kebutuhan, Anda bisa memilih sepeda dari berbagai jenis dengan harga sesuai kemampuan Anda. Selain itu, dari segi perawatannya juga jauh lebih murah daripada kendaraan bermotor, kemudian tak perlu bahan bakar. Jadi, setiap kayuhan sepeda yang Anda lakukan, cukup untuk menghemat pengeluaran.

3. Lebih aman.

Terkadang ada orang yang berasumsi bahwa bersepeda adalah hal berbahaya, apalagi jika dilakukan di kota-kota besar yang ramai dengan jumlah kendaraan bermotor cukup padat. Nyatanya secara statistik hal ini tidak benar. Buktinya, jarang sekali terdengar ada korban karena bersepeda. Jadi tak perlu khawatir akan bahaya bersepeda, karena justru bersepeda bisa mengurangi resiko penyakit jantung dan memberi efek kesehatan tubuh lainnya.

4. Sarana menjalin pertemanan dan menghilangkan stres.

Makin banyaknya orang dengan berbagai latar belakang yang tertarik melakukan olahraga bersepeda membuka peluang bagi Anda untuk menjalin pertemanan yag lebih luas. Selain itu, dengan bersepeda Anda bisa mendapatkan semuanya, dari rekreasi, kesehatan hingga bertambahnya banyak teman. Bisa jadi dengan begitu perasaan stres yang Anda rasakan di saat pandemi ini bisa hilang.

5. Meluapkan kegembiraan di tengah udara bersih.

Adanya larangan berkumpul dan lockdown atau di Indonesia ada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menangkal penyebaran virus corona, diakui membuat polusi udara di dunia turun drastis. Ini bisa terjadi karena dengan larangan itu membuat berkurangnya aktivitas transportasi udara dan kendaraan di darat yang semuanya menggunakan bahan bakar fosil.

Sebagai bukti, misalnya warga kota New Delhi di India kini bisa melihat Pegunungan Himalaya dengan jelas dari kejauhan, atau warga Jakarta yang bisa menyaksikan Gunung Salak di Bogor dengan jelas sepanjang hari. Udara yag bersih ini mendorong penduduk berbagai wilayah untuk menikmatinya dengan gembira, salah satunya melalui aktivitas bersepeda.

6. Ada fasilitas pemerintah.

Untuk mengurangi kemacetan dan dampak polusi yang ditimbulkan akibat padatnya aktivitas kendaraan bermotor, pemerintah mendorong warga untuk lebih gemar menggunakan sepeda untuk berbagai keperluan transportasi. Pastinya himbauan ini juga akan memberikan keuntungan lainnya, lebih hemat dan yang lebih penting lagi bisa membuat sehat.

Sebagai bentuk perhatian dari pemerintah, kini di berbagai kota di Indonesia mulai memberikan jalur khusus bagi para pengguna sepeda. Bahkan beberapa pemerintah daerah ada yang membuat aturan bagi para pegawai pemerintah untuk bersepeda ke kantor pada hari-hari tertentu.

Itulah beberapa hal positif yang mendorong banyak orang lebih menggemari bersepeda. Selain mudah dan murah bagi siapa saja dan bisa dilakukan di mana pun tanpa perlu lapangan khusus, bersepeda juga jauh lebih menyenangkan dibanding olahraga lainnya. Tentang manfaatnya, tak diragukan karena melebihi olahraga jenis apapun. Alhasil, bersepeda bisa memberi efek multidimensi yang lebih nampak dan terasa.

Selamat bergembira di masa pandemi ini dengan bersepeda!
 
 
 
 
Share:

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Blogger Themes